Sebenarnya disiplin dapat dilakukan melalui banyak hal, bukan hanya melalui peraturan, tapi dapat diterapkan melalui kegiatan. Dalam masyarakat Yunani contohnya, disiplin itu dilatih melalui pendidikan, atau disiplin “ilmu pengetahuan”, lazimnya disebut gnostik, yang melahirkan ilmu-ilmu filsafat. Disiplin mereka juga dilakukan melalui melalui olah raga, yang kemudian melahirkan cabang olahraga yang populer. Diantaranya seperti: lari cepat, tinju, dan circus. Pada jaman Yunani ini, juga sudah lahir olahraga tinju, gulat, lompat tinggi, lempar lembing, dan lain-lain. Sebelum peserta masuk pertandingan, mereka diharuskan melatih diri dengan disiplin dan matang, setelah itu diuji dan barulah diijinkan untuk bertanding.
Untuk
orang-orang Romawi jenis olahraganya pun berbeda dengan jenis olahraga
orang-orang Yunani. Olahraga orang Romawi disebut “perkelahian gladiator”.
Olahraga ini adalah perkelahian antara manusia dengan binatang buas, manusia
dengan manusia ataupun binatang buas dengan binatang buas. Peserta dari
olahraga ini biasanya orang-orang kriminal yang ada di penjara-penjara Romawi.
Mereka dilatih sedemikian rupa untuk dipertontonkan di muka umum. Pertandingan
ini dinyatakan selesai apabila ada salah satu pesertanya cidera hingga mati dan
darah korban biasanya dipersembahkan kepada berhala. Dan bagi peserta yang
menang, ia akan dibebaskan dari penjara. Pertandingan olahraga yang mematikan
ini menuntut pesertanya untuk melatih diri dengan sungguh-sungguh dan dengan
disiplin tinggi apabila ia tidak ingin menjadi korban. ini adalah gelanggang
pertandingan rohani yang di kelilingi oleh begitu banyak penonton rohani. Kita
juga membutuhkan disiplin diri supaya dapat memenangkan pertandingan iman.
Kalau kita gagal, kita juga akan di disiplin oleh Tuhan supaya kita kelak dapat
merebut kemenangan. Disiplin rohani yang harus kita kerjakan untuk memenangkan
pertandingan iman adalah seperti apa ditulis dalam kitab Ibrani pasal 12:1-12,
yakni:
Yang Pertama,
kita harus meninggalkan beban dan dosa yang merintangi kita untuk memenangkan
pertandingan iman tersebut. Kata yang digunakan untuk meninggalkan beban dan
dosa dalam ayat ini adalah “membuang segala sesuatu yang menjadi beban”.
Beban-beban dosa yang sering menghalangi kita memang harus dibuang dari hidup
kita seperti keinginan-keinginan daging dan dosa-dosa yang menjadi kesukaan
kita. Membuang segala beban dosa dan menganggapnya sampah yang tidak berguna
dan harus dibersihkan dari jiwa kita. Sampah-sampah duniawi ini tidak boleh
diberikan tempat dalam kehidupan iman karena akan membuat bahtera rohani kita
menjadi tenggelam.
Yang Kedua,
kita harus berlomba dengan tekun dalam perlombaan iman yang sudah diwajibkan
oleh Tuhan. Disini kita tidak dipanggil oleh Tuhan untuk hidup pasif atau kita
sudah cukup puas dengan keadaan sudah diselamatkan oleh Yesus. Kita dipanggil
untuk maju dalam iman, bertumbuh, melayani dan menjadi saksi-saksi hidup,
bahkan dalam penderitaan. Ini merupakan kewajiban bukan pilihan.
Yang Ketiga,
dalam memenangkan pertandingan iman, kita harus melakukannya dengan mata yang
tertuju kepada Yesus yang telah memulai rencana yang indah dalam hidup kita dan
akan menyelesaikan rencana itu apabila kita
hidup dalam ketaatan dan dalam disiplin rohani. Dengan menujukan mata iman
kepada Yesus, kita mempunyai tujuan dan sasaran untuk mencapai sesuatu yang
berharga bagi hidup kita. Tujuan yang hendap dicapai adalah penggilan sorgawi
seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam Filipi 3:14, yaitu “berlari-lari
kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dalam Kristus
Yesus.
Yang Keempat, dalam perlombaan iman
kita harus ingat akan Dia yang sudah mengalami perlombaan tersebut dengan
penderitaan yang berat di kayu salib. Dalam mengingat Dia, kita meneladani
Kristus yang telah menjadi teladan bagi kita. Apabila kita mengalami
penderitaan dalam pertandingan iman ini, maka hati kita akan tetap pada Dia dan
terhibur karena Ia sendiri telah mengalami penderitaan yang jauh lebih besar
untuk kita semua. Memang di dunia ini tidak ada teladan yang sempurna seperti
Kristus. Dia adalah figur yang terbaik untuk kita. Identitas dan integritasNya
teruji oleh kesukaan dan penderitaan. Dalam perlombaan ini, kita harus percaya
bahwa Kristus menyertai kita dan menolong kita saat kita tidak mampu untuk
menanggungnya. Yesus tidak akan membiarkan penderitaan itu melampaui kemampuan
kita. Setiap saat Ia ada bersama kita.
Disiplin rohani memang mempunyai manfaat yang besar dalam pengiringan
kita kepada Tuhan. Kita dilatih untuk aktif dalam segala hal dan siap
menghadapi segala tantangan dan ujian. Kita akan mapu melakukan segala sesuatu
untuk kemuliaan namaNya. Dalam disiplin rohani iman percaya kita akan bertumbuh
secara wajar dan normal dengan mengikuti rencana Tuhan dalam kehidupan kita.
Apapun yang kita hadapi dalam dunia ini akan tetap berada dibawah kendali
disiplin iman kita yang sudah terlatih. Dengan disiplin rohani kita akan
sanggup mencapai tujuan akhir yakni mahkota surgawi yang tersedia bagi kita.

