Salah satu video Favorit penulis
di YouTube adalah proses restorasi. Di video tersebut ditampilkan barang-barang
lama yang sudah berkarat dan tidak layak pakai (seperti Botol bekas, Barang
elektronik, Plastik, gunting, hingga kendaraan bermotor) yang kemudian di
restorasi, dikembalikan seperti desain awalnya dengan fungsi yang sesuai dengan
tujuan mula-mula. Restorasi bukanlah
pekerjaan yang mudah, dibutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketepatan untuk
dapat menghasilkan yang baik dan berguna.
Allah melakukan proses
restorasi kepada manusia yang sudah rusak akibat dosa, melalui karya Kristus di
kayu salib (Rm 5:8). Manusia akhirnya
dipulihkan untuk menjalankan tujuan-Nya yang semula. Oleh karena itu Rasul Paulus mengingatkan
kepada orang-orang yang sudah di “restorasi” agar tidak serupa dengan dunia,
melainkan berubah oleh pembaruan budi (ay. 2). Awalnya pikiran/budi manusia
berpusat pada diri sendiri, dikembalikan ke desain awal yaitu berpusat pada
Tuhan sang pencipta.
Melalui karya Allah di
kayu salib, kita dimampukan untuk memahami kehendak Allah: yang baik, yang
berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.
Inilah tujuan utama dan asali dari manusia. (CR)
Pertanyaan
Refleksi:
Jika
Firman Tuhan meminta anda untuk tidak serupa dunia, apakah itu artinya semua
aspek di dunia ini adalah buruk?
Apa
yang anda pahami tentang berpusat pada diri sendiri dan berpusat pada Allah?