Pelajaran 2
Wahyu Umum (WU)
Ayat Alkitab: Mzm. 19:1-14; Kis. 14:8-18; 17:16-34; Rm. 1:18-23; 2:14-15
1. WU
yang dikomunikasikan melalui pengantara (tidak langsung)
Alkitab
menyatakan bahwa seluruh bumi penuh kemuliaan Allah. Pada waktu langit
menyatakan Allah, penyataan itu datang melalui perantara atau alat, dimana
melaluinya Allah menyatakan kemuliaan-Nya. Dalam pengertian ini, maka seluruh
alam semesta merupakan perantara dari Wahyu ilahi. Ciptaan menyaksikan Penciptanya.
Namun sayangnya, kita seringkali mengabaikan kemuliaan yang ada di sekeliling
kita dan tidak dapat lagi melihat keindahan dan kebesaran yang Allah sediakan
di dalam keajaiban ciptaan-Nya. Kita telah terhilang. Sering kali kita buta dan
tuli terhadap Allah dan tidak mengerti bahasa dari Wahyu Umum. Alam bukan hal
yang bersifat ilahi, tetapi kemuliaan Allah memenuhi alam dan kemuliaan Allah
dinyatakan di dalam dan melalui alam.
2. WU
yang dikomunikasikan secara langsung.
Allah juga
menyatakan diri-Nya secara langsung kepada pikiran manusia. Rasul Paulus berbicara mengenai
hukum Allah yang ditulis di hati kita (Rm. 2:12-16). John Calvin menyatakan
bahwa Allah menanamkan semacam kesadaran ilahi pada setiap pikiran manusia.
Umat manusia pada dasarnya adalah makhluk religius. Karakter religius ini dapat
saja berbentuk penyembahan berhala. Penyembahan berhala merupakan suatu bukti
akan adanya pengetahuan tentang Allah di dalam diri manusia yang dapat tercemar
tetapi tidak dapat dihilangkan. Jauh di dalam jiwa kita, kita mengetahui bahwa
Allah ada, dan bahwa Ia telah memberikan hukum-Nya kepada kita.
2.
Umat
Allah secara alamiah bersifat religius.
3.
Allah
menanamkan dalam diri seluruh umat manusia pengetahuan dasar dari diri-Nya
sendiri.
Wahyu Khusus
Ayat Alkitab: Mzm
119; Yoh. 17:17; 1Tes. 2:13; 2Tim. 3:15-17; 2Ptr. 1:20-21
Wahyu
Khusus terdiri dari dua, yakni:
1. Inkarnasi Yesus Kristus (akan dibahas tersendiri)
2. Alkitab
sebagai Firman Allah tertulis
Alkitab
merupakan vos Dei (= suara Allah) atau verbum Desi (= Firman Allah), ini tidak
berarti tangan Allah sendiri yang menulis Alkitab atau Alkitab jatuh langsung
dari surga. Alkitab sendiri menyatakan ada banyak penulis manusia yng menulis
Alkitab, dengan gaya bahasa masing2, perbendaharaan bahasa sendiri, penekanan
sendiri, perspektif sendiri dsb. Alkitab disebut sebagai Firman Allah oleh
karena pengakuan dari Alkitab yang menyatakan bahwa penulis tidak sekedar
menyatakan pemikiran mereka. Perkataan mereka diinspirasikan oleh Allah (lih.
2Tim. 3:16). Kata inspirasi diterjemahkan dari kata Yunani à dinafaskan oleh Allah à Allah berbicara melalui Alkitab. Meskipun
Firman Tuhan datang kepada kita melalui penulisan tangan manusia, tetapi sumber
utamanya adalah Allah. Kata
inspirasi juga berkaitan dengan proses, dimana Roh Kudus membimbing penulisan
Firman Tuhan. Roh Kudus membimbing para penulis sehingga kata-kata mereka
merupakan Firman Allah.
Orang Kristen
mengakui infabilitas dan ineransi dari Alkitab, karena Allah merupakan penulis
utama dari Alkitab dan oleh karena itu, Allah tidak mungkin menginspirasikan
hal yang salah. Firman-Nya adalah benar dan dapat dipercaya.
Ini tidak
berarti bahwa terjemahan Alkitab yang kita miliki sekarang ini tanpa kesalahan,
tetapi yang dimaksudkan adalah manuskrip yang asli secara mutlak adalah benar.
Alkitab terdiri dari
66 kitab, yang terbagi menjadi Perjanjian Lama (39 kitab) dan Perjanjian Baru
(27 kitab). Ke-66 kitab ini disebut Kanon (dari bahasa Yunani; = tongkat
pengukur, standar, atau norma). Ini berarti, Alkitab secara historik telah
menjadi hukum yang berotoritas bagi iman dan perilaku di dalam gereja. Gereja
Protestan tidak mengakui kitab-kitab Apokrifa untuk dimasukkan dalam Kanon.
Kitab Apokrifa adalah kitab yang ditulis setelah PL selesai semua dan sebelum
PB dimulai. Kriteria2 kitab yang dapat dimasukkan ke dalam kanon adalah sebagai
berikut:
@ Harus memiliki otoritas para rasul
(ditulis oleh para rasul)
@ Harus diterima sebagai kitab yang
berotoritas oleh gereja mula2
@ Harus harmonis dengan kitab-kitab yang
tidak diragukan sama sekali (sesuai dengan pengajaran Kristus dan para rasul)
Tujuan
pengkanonisasi ini adalah untuk melawan ajaran2 sesat yang semakin berkembang
pada waktu itu dan sampai sekarang.
1.
Inspirasi
merupakan proses dimana Allah menafaskan Firman-Nya.
2.
Allah
merupakan sumber utama dari Alkitab.
3.
Allah
merupakan pembimbing utama dari Alkitab.
4.
Hanya
manuskrip asli dari Alkitab yang tanpa salah.
5.
Gereja
tidak menciptakan kanon, tetapi hanya mengenali buku2 yang memiliki tanda
kanonisitas, oleh karena itu kitab2 ini memiliki otoritas di kalangan gereja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar